Petrus Amban Tuan Rumah Pentakosta
GKI Petrus Amban Sukses Gelar Ibadah Pentakosta Lingkungan II Klasis Manokwari: Roh Persatuan Diteguhkan
Manokwari, 10 Juni 2025 – GKI Petrus Amban memenuhi kepercayaan sebagai tuan rumah Ibadah Perayaan Pentakosta Lingkungan II Klasis Manokwari, Senin (9/6/2025). Acara melibatkan 10 jemaat se-Lingkungan II, yaitu: Manyiosi Wirsi, Nazareth Fanindi Pantai, Ebenhaezer Fanindi, Efata Manggoapi, Diaspora Angkasa Mulyono, Bintang Daud Swapen, Petrus Amban, Pniel Anggori, Petrus Kafiar Amban Pantai, Amos Insirifuri. Acara ibadah Perayaan Pentakosta tahun ini mengusung tema sentral: “Roh yang Membangkitkan Persatuan”, berdasarkan pembacaan Kitab I Yohanes 4:1-6.
Ibadah dipimpin oleh Guru Jemaat Audry Worabay, S.Teol. sebagai liturgos, sementara Pdt. Dr. Reinhard Tanawani, M.Th. menyampaikan khotbah yang menggerakkan hati jemaat. Dalam renungannya, Pdt. Tanawani menekankan: “Pentakosta bukan hanya peristiwa historis, tetapi pengingat akan kuasa Roh Kudus yang mempersatukan kita dalam keberagaman. Mari kita perkuat komitmen menjaga keutuhan rumah tangga, pelayanan, kehidupan berjemaat, serta kontribusi nyata bagi pembangunan gereja dan masyarakat.”
Kekhidmatan ibadah diperkaya oleh ragam musik rohani: puji-pujian jemaat, penampilan solo, vocal group, dan paduan suara kolaboratif dari perwakilan jemaat Lingkungan II, menciptakan atmosfer syukur yang dinamis.
Usai ibadah, Koordinator Lingkungan II, Pdt. M. Rumfabe, S.Th. menyampaikan laporan panitia secara komprehensif. Kemudian, Penatua Ansony Kalimpung, mewakili Ketua Klasis Manokwari, menegaskan dimensi sosial Pentakosta: “Roh Kudus menggerakkan kita untuk menjadi saluran kasih Allah: hidup saling mengasihi, menjadi pewarta damai, dan sumber sukacita bagi gereja maupun masyarakat luas.”
Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Kukuh Saptoyudo, yang mewakili Pemerintah Kabupaten Manokwari, menyoroti relevansi nilai rohani dengan pembangunan daerah: “Semangat persatuan dari perayaan ini harus menjadi energi kolektif kita membangun Manokwari yang lebih sejahtera dan berkeadaban.”
Acara ditutup dengan jamuan kasih bersama, mengukuhkan kebersamaan lintas jemaat sekaligus mencerminkan kesatuan tubuh Kristus yang dirayakan melalui peristiwa Pentakosta. (TFP)

