Para Hamba Tuhan yang Memimpin Jemaat GKI Petrus Amban dari Masa ke Masa
Dikutip dari Buku “Menuju Gedung Petrus 2 GKI di Tanah Papua Jemaat Petrus Amban” (Penulis: Pnt. Jopie W. Pattiasina dan Pdt. Alberth Rumwaropen, S.Th, M.Mis)
Jemaat Petrus Amban pada awalnya dipimpin oleh Bapak Pdt. F. Thesia, S.Th. dan selanjutnya berturut-turut Bapak Pdt. A.B. Mentansan, S.Th., Bapak Pdt. Abraham Ungirwalu, S.Th., Bapak Pdt. Frengky Immanuel The, S.Th., Bapak Pdt. Alberth Rumwaropen, S.Th., M.Mis dan saat ini dipimpin oleh Bapak Pdt. Reinhard Richard Tanawani, M.Th.
1) Pdt. F. Thesia, S.Th (tahun pelayanan 19… – 1992)

Sejak memasuki gedung Gereja Petrus 1, jemaat Petrus Amban dipimpin oleh Pdt. F. Thesia, S.Th. Selama meminpin jemaat Petrus Amban, tidak ada kegiatan fisik yang diprogramkan atau dilaksanakan. Sebagai pemimpin jemaat dan sekaligus sebagai pendeta, maka kegiatan Tri Panggilan Gereja (Pelayanan, Persekutuan dan Kesaksian) tetap dilaksanakan dengan dibantu oleh Majelis Jemaat pada periode tersebut.
Aktivitas unsur-unsur jemaat (PKB, PW, PAM dan PAR) kurang terlihat kemungkinan karena jumlah anggotanya sangat terbatas sehingga terbatas pula dana untuk menunjang aktivitasnya. Selama kepemimpinan beliau, dapat dikatakan tidak ada pembangunan fisik, kecuali pemeliharaan gedung gereja.
Beliau memimpin jemaat Petrus selama ….. tahun, dan kemudian dimutasikan ke ………………… dan diganti oleh Bapak Pdt. A.B. Mentansan, S.Th. Bapak Pdt. F. Thesia, S.Th lahir di Wersar, tanggal 29 Februari tahun ….. dan meninggal tanggal 25 Mei 2008 di Jayapura dalam usia ….. tahun, dan dimakamkan di Teminabuan.
2) Pdt. A. B. Mentansan, S.Th (tahun 1992- 2000)

Pada masa kepemimpinan Pdt. A.B. Mentansan, S.Th., jemaat Petrus Amban dipercayakan oleh Badan Pekerja Klasis Manokwari untuk menjadi pelaksana Sidang Klasis Manokwari Hal positif yang terjadi adalah selesai sidang (sidang ditutup), perwakilan jemaat peserta sidang klasis langsung mendapatkan hasil sidang klasis.
Pada masa kepemimpinan Pdt. A.B. Mentansan, S.Th, jemaat Petrus Amban melaksanakan sidang jemaat untuk pertama kalinya. Sebelum pelaksanaan sidang, para Majelis Jemaat dan Badan Pelayan Unsur-unsur Jemaat diberi bekal untuk menyusun rencana dan program kerja serta keuangan, dan menuangkannya dalam model formulir yang telah ditetapkan oleh BPAm Sinode dan BPPG Sinode GKI di Tanah Papua. Berbagai keputusan, rekomendasi dan amanat dihasilkan oleh sidang jemaat pertama ini. Yang menarik pula yaitu dibentuknya Badan Pemeriksa Perbendaharaan Gereja (BPPG) tingkat jemaat. Badan ini dibentuk sebagai perpanjangan-tangan BPPG tingkat Klasis, membantu pemeriksaan pada tingkat jemaat dan unsur-unsur jemaat, dan bertugas pula melakukan pemeriksaan di jemaat dan unsur-unsur jemaat binaan yang dibina oleh jemaat Petrus Amban. Proses pemeriksaan berpedoman pada apa yang ditetapkan oleh BPPG Sinode GKI di Tanah Papua dan BPPG Klasis Manokwari. BPPG tingkat jemaat Petrus Amban pada waktu itu belum terdapat pada jemaat-jemaat lain di Klasis Manokwari atau juga jemaat-jemaat GKI se-Tanah Papua. Pada masa kepemimpinan Pdt. A.B. Mentansan, S.Th telah terjadi dua kali pemilihan majelis jemaat untu periode tahun 1990-1994 dan 1994-1998.
Di bidang fisik, telah dilakukan pembangunan pagar sepanjang halaman depan gereja pada tahun 1996. Proses pembangunan dilakukan dengan cara dikontrakan kepada pihak luar dengan sistem pembayaran yaitu kalau tersedia uang pembangunan maka dibayarkan atau dilunasi pekerjaan pembangunan pagar tersebut. Namun disayangkan pada tahun 2002, pagar tersebut roboh sebagai akibat adanya gempa bumi.
Pdt. A.B. Mentansan, S.Th lahir di Linsok tanggal 13 Agustus 1948, dan meninggal tanggal 26 Agustus 1996 di Manokwari (saat itu almarhum telah menjadi Wakil Ketua Klasis Manokwari) dalam usia 48 tahun dan dimakamkan di tempat pemakaman umum Pasir Putih.
3) Pdt. A. Ungirwalu, S.Th (tahun 2000 – 2008)

Pada masa kepemimpinan Bapak Pdt. Abraham Ungirwalu, S.Th., pelaksanaan kegiatan Tri Panggilan Gereja berjalan sangat lancar dan aktif. Semua unsur-unsur jemaat dilibatkan dan diaktifkan. Badan Pelayan semua unsur jemaat dibentuk sesuai Tata Gereja GKI di Tanah Papua. Unsur PKB yang tidak berkembang, ternyata menjadi aktif.
Suatu pengalaman yang terjadi pada saat pembentukan Badan Pelayan Unsur PKB, dimana tidak satupun bapak-bapak yang hadir dalam ibadah dan rapat unsur PKB bersedia untuk duduk dalam kepengurusan BP PKB. Bapak Pdt. A. Ungirwalu, S.Th yang memimpin pertemuan ini langsung memukul meja yang membuat kami semua kaget dan diam (saat itu lagi ribut) dan mengatakan : “jika tidak ada yang mau mengurus unsur PKB ini, maka kalau ada Bapak-bapak dan keluarga dalam rumah yang mengalami musibah kematian atau sakit ataupun lainnya maka saya selaku Pelayan Firman atau pendeta di jemaat ini tidak akan melayani, dan silahkan cari saja pelayan lain di luar jemaat”. Akibat hentakan beliau ini maka secara spontan, saya (Jopie W. Pattiasina), Ronny Bawole dan Thimotius Isir (†) mengacungkan jari untuk bersedia menjadi Ketua, Sekretaris dan Bendahara. Diikuti oleh bapak-bapak yang lain sehingga terbentuklah Badan Pelayan Unsur PKB Jemaat Petrus Amban.
Sebagai pendeta yang masih muda dan memimpin jemaat, tidak dapat disangkal dan heran, jika unsur PAM (Persekutuan Anggota Muda) menjadi penggerak utama berbagai kegiatan dan aktifitas dalam jemaat.
Kegiatan Tri Panggilan Gereja (Pelayanan, Persekutuan dan Kesaksian) semakin meningkat. Dalam bidang kesaksian, mulai dilaksanakan KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani) di jemaat Amban pada setiap kegiatan hari-hari besar keagamaan/gerejani dan juga perayaan-perayaan tertentu (misalnya ulang tahun jemaat). Sebagai pengkhotbah pada KKR adalah bapak Pdt. Abraham Ungirwalu, S.Th yang dibantu oleh pelayan Firman yang lain diantaranya ibu Pdt. Sherley Parinussa, S.Th.
Pada masa kepemimpinan bapak Pdt. Abraham Ungirwalu, S.Th, BPPG tingkat jemaat diperbaharui keanggotaannya dan dalam sidang jemaat dibentuk pula BPPS (Badan Penyelenggara Pendidikan Sekolah) jemaat Petrus Amban yang bertugas mengawasi penyelenggaraan pendidikan pra-dasar (TK Kuncup Harapan). Pada kesempatan ini pula dimulai perencanaan dan pembangunan gedung TK Kuncup Harapan yang baru.
Pada periode Pdt. Adraham Ungirwaalu, S.Th dibentuk panitia pembangunan PCC (Papua Christian Center) dimana peletakkan batu pertama dilakukan pada tanggal 25 Mei 2006 jam 10.30 WIT oleh Wakil Ketua Sinode GKI di Tanah Papua (Pdt. Yomima Krey, S.Th).
Pada Sidang Jemaat VIII Jemaat Petrus Amban tahun 2002, dicetuskannya program “Segenggam Beras” yang akan dibagikan kepada para janda dan anak yatim piatu dalam jemaat. Program ini merupakan program berlanjut setiap tahunnya. Secara harfiah, pengertian segenggam beras, yang bobotnya hanya ± 50 gram dapat dikatakan tidak berarti sama sekali untuk kebutuhan hidup sehari-hari, namun secara teologis memiliki makna dan pemahaman yang sangat mendalam, artinya adanya kepedulian dan perhatian serta Pelayanan Kasih dari pihak gereja, dalam hal ini GKI di Tanah Papua, khususnya dari warga jemaat Petrus Amban untuk para janda dan anak yatim piatu.
Pdt. Abraham Ungirwalu, S.Th pada tahun 2008. dan istri (Pdt. S. Titiheru, S.Th) dimutasikan ke Klasis Baliem Yalimo dan melaksanakan tugas Tri Panggilan Gereja hingga saat ini.
4) Pdt. Frengky Immanuel The, S.Th (tahun 2008 – 2013)

Pada masa kepemimpinan Bapak Pdt. Frengky Immanuel The, S.Th., pelaksanaan kegiatan Tri Panggilan Gereja (Pelayanan, Persekutuan dan Kesaksian) berjalan lancar dan aktif. Unsur-unsur jemaat dilibatkan dan diaktifkan. Untuk mendukung pelayanan dalam jemaat Petrus Amban, maka pada tahun 2013 Klasis Manokwari menambah satu orang Pelayan Firman atas nama Pdt. Yuliana Yacobs/Kareth, S.Th yang dimutasikan dari Jemaat Effata Manggoapi ke jemaat Petrus Amban.
Pada masa kepemimpinan bapak Pdt. Frengky I. The, S.Th, proses pembangunan gereja baru yang merupakan bagian dari PCC sebagai pusat iman kristiani berjalan tetapi tidak sebagaimana diharapkan. Guna kelancaran pembangunan maka dilakukan repersonalia kepanitiaan yang diketuai oleh bapak Jakobus Harewan, sekretaris bapak John Marwa, dan Bendahara ibu Els Pattiasina/Kesaulija.
Kartu “Janji Iman” berubah nama menjadi kartu wajib keluarga jemaat yang diharapkan setiap bulan dimasukkan oleh keluarga jemaat, namun semuanya dikembalikan kepada pemahaman dan kesediaan warga jemaat.
Daya tampung gereja saat itu tidak mencukupi terutama pada hari-hari besar gerejawi, sehingga dilakukan penambahan sayap kiri dan kanan gedung gereja. Namun penambahan sayap kiri belum juga tercukupi terutama pada perayaan Natal dan kunci tahun, sehingga harus ditambah dengan menyewa tenda.
Guna menunjang kegiatan KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani), maka dibangun panggung di halaman gedung gereja. Hal ini sangat menunjang kegiatan KKR ataupun kegiatan lainnya yang akan menggunakan musik band, disamping itu tidak perlu bongkar pasang tenda pada setiap kegiatan.
Guna pengamanan gedung dan halaman gereja, maka dilakukan pembangunan tembok di samping kiri dan belakang halaman gedung gereja. Selain itu dilakukan pula perbaikan teras depan gedung gereja Petrus 1 karena tidak mendukung terutama pada saat hujan.
Pekerjaan fisik lain yang terlihat pada saat Pdt. Frengky I. The, S.Th memimpin jemaat Petrus Amban adalah renovasi pastori. Renovasi dilakukan karena usianya sudah tua dan tidak layak (didirikan sejak dibangunnya gedung gereja Petrus 1).
Bapak Pdt. Frengky I. The, S.Th pada tahun 2013 dimutasikan ke jemaat Diaspora Klasis Manokwari sampai sekarang dan diganti oleh Bapak Pdt. A. Rumwaropen, S.Th dari Klasis Kaimana.
5) Pdt. A. Rumwaropen, S.Th, M.Mis (tahun 2013 – 2023)

Pelayanan diakonia bagi warga lansia dan warga jemaat yang sakit terus ditingkatkan. Salah satu program yang dicanangkan dan merupakan kerjasama dengan pihak rumah sakit/puskesmas/Dinas Kesehatan Manokwari adalah melakukan pemeriksaan kesehatan bagi para lansia di jemaat Petrus pada setiap bulannya.
Guna meningkatkan pelayanan Firman Tuhan maka dibentuk minimal satu KSP (Kelompok Sel Pemuridan) pada setiap Rayon tergantung jumlah warga jemaat dalam setiap rayon. Setelah Majelis Jemaat dibekali dengan pedoman KSP maka mulai bulan Agustus 2015 diterapkan KSP pada setiap minggu ke-3 bulan berjalan. Juga dilakukan pelayanan keluar yakni ke jemaat binaan, rumah tahanan, rumah sakit, SPGJ Lahairoy.
Sesuai peraturan yang dikeluarkan Sinode GKI di Tanah Papua maka Majelis Jemaat Petrus Amban akan mengakhiri masa baktinya pada tahun 2017. Dalam rangka melaksanakan aturan ini maka pada awal tahun 2016 dibentuk panitia pesiapan pencalonan dan pemilihan majelis jemaat Petrus Amban. Pada akhir bulan Oktober 2016 diharapkan calon-calon tetap Majelis Jemaat periode berikutnya (2017-2022) sudah terpilih.
Untuk mendorong kemandirian dalam bidang dana, maka jemaat Petrus Amban mendirikan suatu unit usaha depot air minum yakni Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) Petraqua. Analisis air dilakukan oleh Laboratorium Kimia Universitas Papua dan Laboratorium Dinas Kesehatan. Sebagai suatu unit usaha maka semua persyaratan yang ditetapkan pemerintah dipenuhi dan diikuti. Pengoperasian DAMIU Petraqua telah berjalan, namun tetap ada permasalahan yang dihadapi usaha DAMIU Petraqua adalah masalah tenaga kerja untuk mengoperasikan usaha ini yang tidak/kurang memiliki jiwa wirausaha. Tenaga kerja yang digunakan saat ini adalah para pemuda jemaat Petrus Amban, baik yang putus sekolah ataupun yang sedang sekolah. Beroprasinya DAMIU Petraqua merupakan suatu usaha dari jemaat Petrus Amban di bidang Dana guna menunjang pembangunan dan pelayanan dalam jemaat. Masih dalam upaya kemandirian di bidang dana, jemaat Petrus Amban melalui Urusan Ekubang (Ekonomi, Keuangan, Pembangunan) membangun tiga unit rumah tipe 36 untuk dikontrakkan bagi yang berminat.
Di bidang fisik, jemaat Petrus Amban memperoleh berbagai bantuan dari Pemeintah Daerah Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari, diantaranya :
- Gedung pastori baru dari pemda Provinsi Papua Barat
- Gedung perpustakaan jemaat dari Pemda Provinsi Papua Barat
- Gedung DAMIU Petraqua dari Bappeda Manokwari
Dengan berjalannya waktu, tidak terasa gedung Gereja Petrus 2 telah selesai pembangunannya sehingga perlu persiapan-persiapan untuk diresmikan, diantaranya pembentukan panitia peresmian gedung gereja. Untuk menata halaman dan jalan maka dilakukan pembongkaran panggung di halaman gedung gereja, dan pembongkaran gedung eks gereja Elim atau TK Kuncup Harapan lama.
Pada tanggal 01 Mei 2016 jam 11.00, penyerahan mimbar dan altar dari tukang meubiler Wosi untuk gereja baru yang diawali dengan doa oleh Ketua Jemaat Petrus Amban.
Pada tanggal 08 Juli 2016 jam jam 11.30, pemberangkatan mimbar lama (gereja lama) ke gereja di Oransbari, tiba jam 14.45 di gereja Getsemani Sidomulyo Oransbari, jam 15.30 pemyerahan mimbar dari jemaat Getsemani ke jemaat Inayedi Watariri Oranbari dan jemaat Petrus Amban ke jemaat Getsemani Sidomulyo Oransbari. Jam 16.30 kembali ke Manokwari setelah selesai jamuan kasih yang disediakan oleh jemaat Getsemani.
Acara penyerahan mimbar penuh sukacita bercampur air mata Pelayan Firman dan jemaat Petrus Amban, jemaat Getsemani dan jemaat Inayedi. Mimbar lama jemaat Getsemani terlihat masih sangat baik dan diserahkan ke jemaat Inayedi yang memiliki mimbar yang tidak layak bahkan dapat dikatakan sudah rusak.
Untuk meningkatkan kapasitas pelayanan, dua Pelayan Firman dalam jemaat mengikuti pendidikan S2 pada Sekolah Tinggi Theologia (STT) I.S. Kijne di Jayapura. Kedua Pelayan Firman dalam jemaat yakni Bapak Pdt. Albert Rumwaropen, S.Th dan Ibu Pdt. Yuliana Yacobs/Kareth, S.Th telah menyelesaikan pendidikan S2 dan pada tanggal 27 Agustus 2016 diwisuda sehingga berhak menggunakan gelar Magister Misiologi (M.Mis). Tesis Bapak Pdt. A. Rumwaropen, S.Th, M.Mis berjudul : “Studi Teologi Sistimatika tentang Makna Diakonia Segenggam Beras di Jemaat GKI Petrus Amban, Klasis Manokwari” dan judul tesis Ibu Pdt. Yuliana Yacobs/Kareth, S.Th, M.Mis yakni : “Strategi Pelayanan Gereja Terhadap Orang Lanjut Usia. Suatu Studi tentang Diakonia Gereja Kepada Orang Lanjut Usia di Jemaat GKI Petrus Amban, Klasis Manokwari”.
